Tuesday, October 9, 2012

KONSEP DASAR INFORMASI


1. Lingkungan Informasi
            Informasi merupakan salah satu sumber daya penting dalam manajemen modern. Banyak keputusan strategis yang bergantung kepada informasi. Sebagaimana diketahui, sumber daya 4M + 1I yang mencakup :
-          Manusia (sumber daya manusia atau SDM)
-          Material
-          Mesin
-          Modal
-          Informasi
Merupakan sumber daya vital bagi kelangsungan organisasi bisnis.

1.2. Data, Informasi dan Pengetahuan
1.2.1 Data
Data dapat berupa nilai yang terformat, teks, citra, audio dan video.
  • Data yang terformat adalah data dengan suatu format tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan nilai mata uang.
  • Teks adalah sederetan huruf, angka dan simbol-simbol khusus (mis. + dan $) yang kombinasinya tidak tergantung pada masing-masing item secara individual.
  • Citra (Image) adalah data dalam bentuk gambar. Citra dapat berupa grafik, foto, hasil rontgen, dan tanda tangan ataupun gambar yang lain.
  • Audio adalah data dalam bentuk suara. Instrumen musik, suara orang atau suara binatang, gemricik air, detak jantung.
  • Video menyatakan data dalam bentuk sejumlah gambar yang bergerak dan bisa saja dilengkapi dengan suara.

1.2.2 Informasi
            McFadden, dkk(1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan yang menggunakan data tersebut.
Data seringkali disebut sebagai bahan mentah informasi. Melalui proses transformasi data dibuat menjadi bermakna.







 Siklus informasi (Burch dan Grudnitski, 1989), yang menggambarkan pengholahan data menjadi informasi dan pemakaian informasi untuk mengambil keputusan, hingga akhirnya dari tindakan hasil pengambilan keputusan tersebut dihasilkan data kembali.




 

Jadi, hal yang terpenting untuk membedakan informasi dengan data, informasi itu mempunyai kandungan “makna”, data tidak. Pengertian makna di sini merupakan hal yang sangat penting, karena berdasarkan maknalah si penerima dapat memahami informasi tersebut dan seseorang lebih jauh dapat menggunakannya untuk menarik kesimpulan atau bahkan mengambil keputusan.

Informasi itu sendiri memiliki ciri – ciri sebagai berikut (davis, 1999) :
  1. Benar atau Salah ( dalam hal ini, informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan )
  2. Baru ( informasi itu benar-benar baru bagi penerima )
  3. Tambahan ( Informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada )
  4. Korektif ( Informasi data digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar )
  5. Penegas ( Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat )

1.2.3. Pengetahuan
            Pengetahuan adalah kombinasi dari naluri, gagasan, aturan, prosedur yang mengarahkan tindakan atau keputusan (Alter,1992). Sebagai gambaran, informasi yang dipadukan dengan pengalaman masa lalu dan keahlian akan memberikan suatu pengetahuan yang tentu saja memiliki nilai yang tinggi.


1.3. Hierarki Data
            Secara tradisional data disusun dalam suatu hierarki yang terdiri dari elemen data, rekaman (record) dan berkas (file).




 


Elemen Data
Suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit data yang lain
Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, item, dan atribut
Rekaman
            Gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait
            Istilah lain untuk rekaman adalah tupel dan baris
Berkas
            Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas, berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan data yang berkaitan dengan suatu subjek.
            Dalam sistem basis data, berkas mewakili komponen yang disebut tabel atau relasi.

Dalam komteks yang lebih besar, sekumpulan berkas atau tabel membentuk sebuah basis data.

1.4. Karakteristik Data
            Data dan Informasi mempunyai banyak sifat. Istilah karakteristik data atau informasi biasa digunakan untuk menyatakan hal ini
  1. Tipe Data
Masing-masing tipe data tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tipe data masing-masing memiliki fungsi untuk menyimpan bentuk data yang ingin disimpan.

  1. Akurasi dan Presisi
Akurasi menyatakan derajat kebenaran terhadap informasi dan menentukan kehandalan atau reabilitas informasi. Informasi yang benar-benar bebas kesalahan dikatakan sangat akurat.
Adapun presisi berkaitan dengan tingkat kerincian suatu informasi.
  1. Usia dan Rentang Waktu
Usia Informasi (age),  menyatakan lama waktu sejak informasi dihasilkan hingga saat sekarang.
Ketepatan waktu (timeless), menyatakan usia data yang sesuai dengan upaya pengambilan keputusan. Artinya informasi tersebut tidak usang / kadaluarsa ketika sampai ke penerima.
Rentang Waktu (time horizon) menyatakan selang waktu yang digunakan untuk mencakup data. Dalam hal ini, rentang waktu dapat beroperasi di masa lalu, masa sekarang, atau masa datang.
  1. Tingkat Keringkasan dan Kelengkapan
Kadangkala informasi yang terlalu detail tidak memberikan yang lebih baik, tetapi malah sebaliknya, karena informasi semakin sulit untuk diserap dan dipahami. Selain itu, penerima informasi mungkin tak punya waktu banyak untuk melakukan interpretasi. Istilah Information Overload merupakan istilah yang ditujukan untuk menyatakan adanya informasi yang terlalu melimpah ruah dan membingungkan.
Hal yang terpenting, informasi harus diringkas agar sesuai dengan kebutuhan penerima informasi. Idealnya, informasi yang penting adalah haruslah lengkap (tidak ada yang hilang) sehingga dapat mengurangi faktor ketidakpastian.          
  1. Kemudahan Akses
Agar informasi bisa diterima oleh pemakai dengan lancar, kemudahan akses terhadap informasi harus terjamin
  1. Sumber
Sumber bersifat internal atau eksternal. Sumber internal berasal dari perusahaan itu sendiri, misalnya diperoleh dari sistem informasi. Sumber data eksternal berasal dari lingkungan.
Sumber informasi juga bisa bersifat formal dan informal. Sumber data formal diperoleh melalui sistem informasi, dokumen-dokumen yang dipublikasikan dan hasil pertemuan resmi. Sedangkan sumber informal diperoleh karena ada perbincangan tak resmi.
  1. Relevansi dan Nilai
Relevan berarti bahwa informasi benar-benar memberikan manfaat bagi pemakai. Tentu saja, relevansi informasi untuk setiap pemakai berbeda-beda.
Nilai Informasi (Value Of Information) ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu Informasi dianggap bernilai kalau manfaatnnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya.

1.5. Kualitas Informasi
            Istilah kualitas informasi (quality of information) terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik. Dari sekian karakteristik yang telah dibahas, kualitas informasi sering diukur berdasarkan :
  Relevansi
  Ketepatan Waktu
  Keakurasian

Gambaran Umum Teknologi Informasi


 A. Definisi Teknologi Informasi
Istilah teknologi informasi (Information Technology atau IT) mulai populer di akhir dekade 70-an. Pada masa sebelumnya lebih dikenal dengan Teknologi Komputer ataupun Pengolahan Data Elektronik PDE (EDP Electronik Data Processing)
Definisi
Sumber
Definisi
Kamus Oxford (1995)
Teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisa dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.
Alter (1992)
Teknologi Informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap (capture), mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau menampilkan data
Martin (1999)
Mendefinisikan teknologi informasi tidak hanya terbatas dengan teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

Mikrokomputer, komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak pemproses transkasi, perangkat lunak lembar kerja dan peralatan komunikasi serta jaringan merupakan contoh teknologi informasi.

B.Lingkup Teknologi Informasi
Secara garis besar teknologi informasi dikelompokkan menjadi 2 bagian :
  • Perangkat Lunak (Sorftware)
  • Perangkat Keras (Hardware)
Secara Khusus Teknologi Informasi dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu :
  • Teknologi Masukan (input technology)
  • Teknologi Keluaran (output technology)
  • Teknologi Perangkat Lunak (software technology)
  • Teknologi Penyimpanan (storage technology)
  • Teknologi Telekomunikasi (telecomunication technology)
  • Mesin Pemroses (processing machine)


C. Peranan Teknologi Informasi
            Secara garis besar dapat dikatakan bahwa :
§  Teknologi informasi menggantikan peran manusia, dalam hal ini teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
§  Teknologi memperkuat peranan manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.
§  Teknologi Informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

Teknologi Informasi dapat digunakan untuk membentuk strategi untuk menuju keunggulan yang kompetitif, antara lain :
  • Strategi Biaya : meminimalisir biaya/memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok.
  • Startegi differensi : mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing.
  • Strategi Inovasi : memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau membuat perubahan yang radikal dalam proses bisnis
  • Strategi Pertumbuhan : mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global
  • Strategi Aliansi : membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan dan lain-lain.

D. Kecenderungan Teknologi Informasi terhadap Sistem Informasi
Berbagai kecenderungan teknologi informasi yang berkaitan dengan sistem informasi, banyak mengalami perkembangan dengan cepat, tetapi ada juga yang masih tertinggal.
§  Peningkatan kecepatan dan kapasitas komponen-komponen elektronik
§  Ketersediaan informasi dalam bentuk digital semakin banyak
§  Portabilitas peralatan-peralatan elektronis semakin meningkat
§  Konektivitas meningkat
§  Kemudahan pemakai meningkat

Tuesday, July 3, 2012

TREE (Pohon)


Dalam ilmu komputer, tree adalah sebuah struktur data yang secara bentuk menyerupai sebuah pohon, yang terdiri dari serangkaian node (simpul) yang saling berhubungan. Nodenode tersebut dihubungkan oleh sebuah vektor.
Setiap node dapat memiliki 0 atau lebih node anak (child). Sebuah node yang memiliki node anak disebut node induk (parent). Sebuah node anak hanya memiliki satu node induk. Sesuai konvensi ilmu komputer, tree bertumbuh ke bawah, tidak seperti pohon di dunia nyata yang tumbuh ke atas.
Dengan demikian node anak akan digambarkan berada di bawah node induknya. Node yang berada di pangkal tree disebut node root (akar), sedangkan node yang berada paling ujung pada piramida tree disebut node leaf (daun).

Binary Tree (Pohon Biner)
Dalam mata kuliah struktur data, secara khusus akan dipelajari mengenai pohon biner. Pohon biner adalah sebuah tree yang pada masing-masing simpulnya hanya dapat memiliki maksimum 2 (dua) simpul anak. Tidak boleh lebih. Pada pohon biner, umumnya kedua node anak disebut dengan posisinya, yaitu kiri dan kanan.
Beberapa istilah pada pohon biner:
·         Size (ukuran): jumlah total node yang terdapat pada pohon biner tersebut.
·         Depth (kedalaman): panjang jalur yang menghubungkan sebuah node sampai ke node anaknya yang paling ujung (leaf). Depth biasa juga disebut height.
·         Full Binary Tree (Pohon Biner Penuh) adalah pohon biner yang setiap nodenya pasti memiliki 0 atau 2 node anak.
·         Perfect Binary Tree (Pohon Biner Sempurna) adalah pohon biner yang semua node leafnya berada pada kedalaman yang sama dari node root. Juga disebut sebagai Complete Binary Tree (Pohon Biner Lengkap)
·         Almost Complete Binary Tree (Pohon Biner Hampir Lengkap) adalah pohon biner yang setiap nodenya dapat memiliki 0 node anak, atau memiliki kiri, atau jika memiliki kanan harus memiliki kiri. Tidak boleh memiliki kanan saja.

Implementasi
Implementasi dalam pemrograman, dalam pokok bahasan ini akan dibicarakan untuk pohon biner saja. Asumsi awal adalah data yang hendak dimasukkan ke dalam node, bertipe data integer.

1. Deklarasi Tree
Karena tree tersusun oleh node-node, maka yang perlu kita deklarasikan adalah komponen node itu sendiri. Dalam contoh dibawah, akan kita namai Node. Sebelumnya perlu kita lihat bahwa untuk mewujudkan implementasi node ke dalam bahasa pemrograman, diperlukan sebuah struktur yang memiliki susunan berikut ini:

Variabel data digunakan untuk menyimpan nilai angka node tersebut, sedangkan kiri dan kanan, bertipe pointer, masing-masing mewakili vektor yang akan menunjuk ke node anak kiri dan kanan.

2. Inisialisasi Tree
Untuk pertama kali, saat kita akan membuat sebuah pohon biner, asumsi awal adalah pohon itu belum bertumbuh, belum memiliki node sama sekali, sehingga masih kosong. Oleh karena itu perlu kita tambahkan kode berikut pada baris awal prosedur Main

3. Menambahkan Node Pada Tree
Karena pohon yang kita buat merupakan sebuah pohon biner, maka untuk menambahkan sebuah node, secara otomatis penambahan tersebut mengikuti aturan penambahan node pada pohon biner:
1.    Jika pohon kosong, maka node baru ditempatkan sebagai akar pohon.
2.    Jika pohon tidak kosong, maka dimulai dari node akar, dilakukan proses pengecekan berikut:
a.    Jika nilai node baru lebih kecil dari nilai node yang sedang dicek, maka lihat ke kiri node tersebut. Jika kiri node tersebut kosong (belum memiliki kiri), maka node baru menjadi kiri node yang sedang dicek. Seandainya kiri node sudah terisi, lakukan kembali pengecekan a dan b terhadap node kiri tersebut. Pengecekan ini dilakukan seterusnya hingga node baru dapat ditempatkan.
b.    Jika nilai node baru lebih besar dari nilai node yang sedang dicek, maka lihat ke kanan node tersebut. Jika kanan node tersebut kosong (belum memiliki kanan), maka node baru menjadi kanan node yang sedang dicek. Seandainya kanan node sudah terisi, lakukan kembali pengecekan a dan b terhadap node kanan tersebut. Pengecekan ini dilakukan seterusnya hingga node baru dapat ditempatkan.

4. Membaca dan Menampilkan Node Pada Tree
Untuk membaca dan menampilkan seluruh node yang terdapat pada pohon biner, terdapat 3 macam cara, atau yang biasa disebut kunjungan (visit). Semua kunjungan diawali dengan mengunjungi akar pohon. Karena proses kunjungan ini memerlukan perulangan proses yang sama namun untuk depth yang berbeda, maka ketiganya diimplementasikan dengan prosedur rekursif.

Kunjungan Pre-Order.
Kunjungan pre-order dilakukan mulai dari akar pohon, dengan urutan:
1.    Cetak isi (data) node yang sedang dikunjungi
2.    Kunjungi kiri node tersebut,
a.    Jika kiri bukan kosong (NULL) mulai lagi dari langkah pertama, terapkan untuk kiri tersebut.
b.    Jika kiri kosong (NULL), lanjut ke langkah ketiga.
3.    Kunjungi kanan node tersebut,
a.    Jika kanan bukan kosong (NULL) mulai lagi dari langkah pertama, terapkan untuk kanan tersebut.
b.    Jika kanan kosong (NULL), proses untuk node ini selesai, tuntaskan proses yang sama untuk node yang dikunjungi sebelumnya.

Kunjungan In-Order.
1.    Kunjungi kiri node tersebut,
a.    Jika kiri bukan kosong (NULL) mulai lagi dari langkah pertama, terapkan untuk kiri tersebut.
b.    Jika kiri kosong (NULL), lanjut ke langkah kedua.
2.    Cetak isi (data) node yang sedang dikunjungi
3.    Kunjungi kanan node tersebut,
a.    Jika kanan bukan kosong (NULL) mulai lagi dari langkah pertama, terapkan untuk kanan tersebut.
b.    Jika kanan kosong (NULL), proses untuk node ini selesai, tuntaskan proses yang sama untuk node yang dikunjungi sebelumnya.

Kunjungan Post-Order.
1.    Kunjungi kiri node tersebut,
a.    Jika kiri bukan kosong (NULL) mulai lagi dari langkah pertama, terapkan untuk kiri tersebut.
b.    Jika kiri kosong (NULL), lanjut ke langkah kedua.
2.    Kunjungi kanan node tersebut,
a.    Jika kanan bukan kosong (NULL) mulai lagi dari langkah pertama, terapkan untuk kanan tersebut.
b.    Jika kanan kosong (NULL), lanjut ke langkah ketiga.
3.    Cetak isi (data) node yang sedang dikunjungi. Proses untuk node ini selesai, tuntaskan proses yang sama untuk node yang dikunjungi sebelumnya.

Variabel **root pada setiap fungsi diatas menunjukkan node mana yang sedang dikunjungi saat ini, untuk itu saat pemanggilan, variabel **root kita beri nilai pointer yang menunjuk ke node akar, yaitu pohon.